Senin, 05 September 2011

Baju Balet

Untuk berlatih dan pentas, ballerina menggunakan baju khusus yang biasa dikenal dengan leotard, tutu, dan stocking. 
Leotard
Leotard adalah baju yang menempel di kulit, dibuat dari bahan kaos yang menyerap keringat, lembut, dan elastis –mengikuti lekuk tubuh. Baju ini pada umumnya tanpa lengan dan bagian bawah hanya sampai pangkal paha. Jenis ini biasa digunakan untuk latihan menari, khususnya ballet. Namun ada juga yang berlengan hingga siku, dan ada juga yang langsung celana sampai ke lutut dan biasanya digunakan untuk senam.
Dalam kelas ballet, warna leotard biasanya diatur berdasarkan tingkatan kelas ballet. Warna pink sering kali digunakan untuk kelas balet dasar yang muridnya berusia 3-6 tahun. Kelas berikutnya ada yang menggunakan warna biru, hijau lumut, dan sebagainya.

Tutu
Adalah rok pendek yang terdiri dari 1 tumpukan dan ada yang bertumpuk-tumpuk. Tutu terbuat dari bahan renda, tulle atau voile.  Ada beberapa tipe tutu, seperti Tutu Romantik, Tutu Klasik (Bell), Tutu Klasik (Pancake) dan Tutu Balanchine/Karinska.
Tutu ada yang terpisah dari bajunya dan ada yang langsung menjadi kesatuan dengan bajunya.
Keindahan baju ballet ikut mempengaruhi keindahan tarian seeorang ballerina. Warna-warna dan hiasan yang ada pada baju ballet sering kali membius penonton seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Stocking
Stocking yang digunakan dalam latihan dan pentas balet biasanya stocking yang menutupi jari-jari hingga ke pinggang yang kemudian ditutupi dengan leotard. Selain untuk keindahan, stocking digunakan untuk melindungi kulit dari suhu dingin. 

Ketiga produk ini wajib dimiliki sejak latihan ballet dimulai, dilengkapi juga dengan slipper-sepatu balet yang  dan pointe-sepatu balet pada kelas lanjutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar